E-Portfolio Mahasiswa PPL Terbimbing

Perjalanan Menjadi Guru Profesional yang Reflektif, Adaptif, dan Bermakna.

01 / Profil Mahasiswa

Narasi Diri dan Arah Profesional

Asal, Keunikan Daerah, dan Cerita Diri

Perkenalkan, nama saya Arvina Imsa Haryudi, mahasiswa PPG Calon Guru Jurusan Informatika dari Universitas Negeri Malang. Saya berasal dari Tulungagung, sebuah daerah yang dikenal dengan kekayaan alamnya, terutama deretan pantai selatan yang indah, serta budaya masyarakat yang sederhana, hangat, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Keunikan ini membentuk cara saya memandang pendidikan sebagai ruang untuk menumbuhkan karakter, menghargai keberagaman, dan membangun hubungan yang manusiawi dengan peserta didik.

Inspirasi saya untuk menjadi guru muncul dari pengalaman saya selama proses pembelajaran dan praktik lapangan (PPL), di mana saya menyadari bahwa peran guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memahami kebutuhan siswa dan menciptakan suasana belajar yang nyaman. Melalui PPL Terbimbing, saya belajar bahwa guru profesional perlu merancang pembelajaran yang berpihak pada peserta didik, menggunakan asesmen secara adil, serta terus melakukan refleksi untuk meningkatkan kualitas mengajar.

Tujuan saya adalah menjadi guru informatika yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan bermakna. Saya ingin menciptakan kelas yang aman dan suportif, di mana peserta didik dapat memahami konsep dengan baik, berani bertanya, dan menemukan makna dari apa yang mereka pelajari.

"Pendidikan yang baik bukan hanya tentang seberapa banyak yang diajarkan, tetapi seberapa dalam seorang pendidik mampu memahami dan membentuk proses belajar siswa."

02 / Artefak Produk Pembelajaran

Rencana, Perangkat, Media, Bukti Praktik, dan Refleksi Teoretis

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Informatika Materi Kolaborasi Digital di Dunia Maya

Konteks: RPP ini dirancang untuk kelas VII dengan fokus pada literasi digital, khususnya materi "Kolaborasi Digital di Dunia Maya." Materi mencakup pemahaman tentang manfaat kolaborasi digital, identifikasi permasalahan dalam kolaborasi digital, penerapan etika digital, dan refleksi diri tentang praktik kolaborasi yang baik.

Tujuan: Tujuan dari artefak ini adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menganalisis praktik kolaborasi digital, serta menumbuhkan kesadaran etika dan tanggung jawab dalam berinteraksi di dunia maya. Selain itu, pembelajaran juga diarahkan untuk mendorong refleksi diri peserta didik terhadap perilaku digital mereka.

Kelebihan: kelebihan dari artefak ini terletak pada keterpaduan antara tujuan pembelajaran, aktivitas, dan asesmen yang berorientasi pada kemampuan analisis (C4), serta relevansi materi dengan konteks kehidupan peserta didik

Kekurangan: kekurangan dari artefak ini yaitu belum optimalnya penerapan diferensiasi pembelajaran, kurangnya rincian alokasi waktu, serta instruksi tugas yang masih perlu diperjelas agar lebih operasional.

Analisis Teori: Berdasarkan kajian teori, artefak ini telah mengintegrasikan prinsip Understanding by Design (UbD) melalui keselarasan antara tujuan, asesmen, dan kegiatan pembelajaran. Selain itu, pendekatan konstruktivisme juga terlihat melalui aktivitas diskusi dan refleksi yang mendorong peserta didik membangun pemahaman secara aktif. Namun, penerapan pembelajaran berdiferensiasi masih perlu dikembangkan lebih lanjut agar dapat mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam.

PDF RPP Kolaborasi Digital di Dunia Maya Buka dokumen RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Informatika Materi Dampak Sosial Media

Konteks: RPP ini dirancang untuk kelas VII dengan materi Media Sosial untuk peserta didik kelas VII SMP. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik sebagai digital native, sehingga materi difokuskan pada pemahaman manfaat, permasalahan, serta etika dalam penggunaan media sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Tujuan: Tujuan dari artefak ini adalah mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menganalisis dampak media sosial, termasuk isu seperti cyberbullying, hoaks, kecanduan, dan keamanan digital, serta mendorong kesadaran dan tanggung jawab dalam bermedia sosial. Selain itu, peserta didik juga diarahkan untuk melakukan refleksi terhadap perilaku digital mereka.

Kelebihan: Kelebihan artefak ini terletak pada alur pembelajaran yang runtut (manfaat–permasalahan–etika–refleksi), relevansi materi dengan kehidupan peserta didik, serta penggunaan asesmen yang beragam dan selaras dengan tujuan pembelajaran.

Kekurangan: belum optimalnya diferensiasi pembelajaran, kurangnya kejelasan alokasi waktu, serta instruksi tugas dan metode diskusi yang masih perlu diperdalam agar lebih terstruktur dan operasional.

Analisis Teori: Berdasarkan kajian teori, artefak ini telah mengintegrasikan prinsip Understanding by Design (UbD) melalui keselarasan tujuan, asesmen, dan aktivitas pembelajaran. Pendekatan konstruktivisme juga terlihat melalui kegiatan diskusi dan refleksi yang mendorong peserta didik membangun pemahaman secara aktif. Selain itu, pembelajaran telah mencerminkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas, meskipun penerapan pembelajaran berdiferensiasi masih perlu dikembangkan untuk mengakomodasi keberagaman peserta didik.

PDF RPP Dampak Sosial Media Ganti dengan link/file RPP

Lembar Kerja Peserta Didik Kolaborasi Digital di Dunia Maya

Konteks: LKPD ini digunakan pada pembelajaran Informatika kelas VII untuk materi Kolaborasi Digital di Dunia Maya. Aktivitas di dalamnya membantu peserta didik memahami manfaat kolaborasi digital, permasalahan yang mungkin muncul, serta etika yang perlu diterapkan saat bekerja sama secara daring.

Tujuan: Tujuan LKPD ini adalah melatih peserta didik menganalisis praktik kolaborasi digital, mengidentifikasi tindakan yang sebaiknya dilakukan dan dihindari, serta merefleksikan perilaku digital mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Kelebihan: LKPD memiliki alur aktivitas yang runtut, pertanyaan yang dekat dengan pengalaman peserta didik, serta mendorong diskusi dan refleksi sehingga pembelajaran lebih aktif.

Kekurangan: Beberapa instruksi masih perlu dibuat lebih operasional agar peserta didik dapat memahami langkah pengerjaan secara mandiri, terutama saat bekerja dalam kelompok.

Analisis Teori: LKPD ini sejalan dengan pendekatan konstruktivisme karena peserta didik membangun pemahaman melalui analisis kasus, diskusi, dan refleksi. LKPD juga berperan sebagai scaffolding yang membantu peserta didik menyusun gagasan secara bertahap.

PDF LKPD Kolaborasi Dunia Maya Buka dokumen LKPD

Lembar Kerja Peserta Didik Dampak Sosial Media

Konteks: LKPD ini digunakan pada pembelajaran Informatika kelas VII dengan materi Dampak Sosial Media. Isi LKPD mengarahkan peserta didik untuk memahami manfaat media sosial, mengidentifikasi permasalahan digital, dan menelaah etika bermedia sosial.

Tujuan: Tujuan LKPD ini adalah mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menganalisis isu seperti hoaks, cyberbullying, kecanduan media sosial, serta keamanan dan tanggung jawab digital.

Kelebihan: LKPD memuat aktivitas yang relevan dengan kehidupan peserta didik sebagai pengguna media sosial, sehingga diskusi kelas lebih kontekstual dan mudah dikaitkan dengan pengalaman nyata.

Kekurangan: LKPD masih dapat diperkuat dengan rubrik penilaian yang lebih rinci dan variasi kasus yang lebih beragam agar respons peserta didik dapat dianalisis lebih mendalam.

Analisis Teori: LKPD ini mendukung pembelajaran aktif dan asesmen formatif karena peserta didik tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga menalar, berdiskusi, dan merefleksikan dampak perilaku digital terhadap diri sendiri dan lingkungan.

PDF LKPD Dampak Sosial Media Buka dokumen LKPD

Lampiran 7 dan 8: Rekap Penilaian Guru Pamong

Refleksi Pembelajaran Siklus 1

Dokumen ini berisi refleksi pembelajaran siklus pertama pada kelas 7.1 yang mencakup analisis terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran, serta rencana tindak lanjut untuk siklus berikutnya.

PDF Buka dokumen Refleksi 1

Refleksi Pembelajaran Siklus 2

Dokumen ini berisi refleksi pembelajaran siklus pertama pada kelas 7.1 dan 7.3 yang mencakup analisis terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran, serta rencana tindak lanjut untuk siklus berikutnya.

PDF Buka dokumen Refleksi 2

Refleksi Pembelajaran Siklus 3

Dokumen ini berisi refleksi pembelajaran siklus ketiga pada kelas 7.3 yang mencakup analisis terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran, serta rencana tindak lanjut untuk pengalaman kedepannya.

PDF Buka dokumen Refleksi 3

03 / Lampiran 7 dan Lampiran 8

Rekap Penilaian Guru Pamong Selama 3 Siklus

04 / E-Portfolio 2

Refleksi Akhir dan Filosofi Mengajar

Bagian ini merumuskan prinsip dan nilai sebagai refleksi akhir dari PPL Terbimbing sekaligus landasan untuk melanjutkan proses belajar pada PPL Mandiri.

Refleksi Akhir PPL Terbimbing

Selama mengikuti tahapan PPL Terbimbing dari awal hingga akhir, saya belajar bahwa menjadi guru profesional tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga kemampuan merancang pembelajaran yang berpihak pada peserta didik. Melalui proses observasi, asistensi, penyusunan perangkat pembelajaran, praktik mengajar, dan refleksi bersama guru pamong maupun dosen pembimbing lapangan, saya memahami pentingnya keselarasan antara tujuan pembelajaran, aktivitas belajar, asesmen, dan kebutuhan nyata peserta didik di kelas.

Pengalaman yang cukup menantang selama PPL Terbimbing adalah menyesuaikan rancangan pembelajaran dengan kondisi kelas yang dinamis. Tidak semua peserta didik memiliki kesiapan, minat, dan kecepatan belajar yang sama, sehingga strategi pembelajaran perlu dibuat lebih fleksibel. Solusi yang saya lakukan adalah memperjelas instruksi, memberi contoh yang dekat dengan kehidupan siswa, memanfaatkan media pembelajaran yang lebih visual, serta membuka ruang diskusi agar siswa berani menyampaikan pendapat dan kesulitan yang mereka hadapi.

Umpan balik yang saya peroleh dalam diskusi refleksi akhir menjadi bekal penting untuk perbaikan pada tahap PPL Mandiri. Saya perlu terus meningkatkan pengelolaan waktu, memperkuat variasi pertanyaan pemantik, mengoptimalkan asesmen formatif, dan melakukan refleksi setelah pembelajaran berlangsung. Masukan tersebut membantu saya melihat bahwa pembelajaran yang baik dibangun melalui proses perbaikan berkelanjutan, bukan hanya dari satu kali praktik mengajar.

Filosofi Mengajar

Filosofi mengajar saya berangkat dari keyakinan bahwa setiap peserta didik memiliki potensi untuk berkembang apabila berada dalam lingkungan belajar yang aman, dihargai, dan diberi ruang untuk mencoba. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai fasilitator yang membantu siswa membangun pemahaman melalui pengalaman belajar yang bermakna. Dalam pandangan ini, pembelajaran perlu berpusat pada peserta didik dan memberi kesempatan bagi mereka untuk bertanya, berdiskusi, bereksplorasi, serta merefleksikan proses belajarnya.

Saya percaya bahwa pembelajaran yang baik harus kontekstual dan dekat dengan kehidupan siswa. Sebagai calon guru Informatika, saya ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya membuat siswa memahami konsep teknologi, tetapi juga mampu menggunakan teknologi secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Prinsip ini sejalan dengan pendekatan konstruktivisme, yaitu bahwa peserta didik membangun pengetahuannya melalui pengalaman, interaksi, dan pemaknaan terhadap situasi nyata yang mereka hadapi.

Nilai yang ingin saya pegang sebagai guru adalah reflektif, adaptif, empatik, dan berintegritas. Reflektif berarti terus mengevaluasi praktik mengajar agar pembelajaran semakin baik. Adaptif berarti mampu menyesuaikan strategi dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Empatik berarti memahami siswa sebagai individu yang memiliki latar belakang, emosi, dan proses belajar yang berbeda. Berintegritas berarti konsisten menjadi teladan dalam sikap, tanggung jawab, dan cara menggunakan ilmu pengetahuan untuk kebaikan.

05 / Model Guru yang Dituju

Misi, Kompetensi, dan Karakter Guru Profesional

Misi Pribadi

Saya ingin menjadi guru yang inspiratif, reflektif, dan berdampak, yang mampu menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan peserta didik, membangun ruang belajar yang aman dan bermakna, serta secara konsisten melakukan refleksi agar setiap proses pembelajaran menjadi lebih baik dari sebelumnya.Saya percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk cara berpikir, karakter, dan kesadaran diri peserta didik dalam menghadapi kehidupan nyata.

Kompetensi yang Dibangun

  • Pedagogik: Mampu merancang pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan berpusat pada peserta didik, melaksanakan proses belajar yang interaktif dan adaptif, serta melakukan evaluasi yang tidak hanya mengukur hasil, tetapi juga proses dan perkembangan belajar siswa secara menyeluruh.
  • Profesional: Menguasai materi pembelajaran secara mendalam serta terus mengembangkan keilmuan melalui refleksi, pembelajaran mandiri, dan pemanfaatan teknologi, sehingga mampu menyampaikan materi dengan relevan, aktual, dan bermakna bagi peserta didik.
  • Sosial: Membangun komunikasi yang empatik, terbuka, dan kolaboratif dengan siswa, sesama guru, orang tua, serta komunitas sekolah, guna menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan saling menghargai.
  • Kepribadian: Menjadi pribadi yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, dan konsisten, serta mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan cara berpikir bagi peserta didik.

Karakter Guru yang Ingin Dibangun

Reflektif Empatik Adaptif Inovatif Kolaboratif Berintegritas Melek Teknologi Growth-Oriented Student-Centered Komunikatif Konsisten Kritis Visioner Kreatif Digital-Aware Melek Teknologi

06 / Penutup

Ruang Bukti, Refleksi, dan Perbaikan Berkelanjutan

E-portfolio ini menjadi dokumentasi perjalanan saya dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon guru profesional melalui perencanaan, praktik, umpan balik, dan refleksi selama PPL Terbimbing.